Ekspedisi LPPM IAIN Curup Simbol – Simbol Menhir Situs Rimba Nilai Kehidupan – Pucuk Rebung – Moksa Brumbung Matahari_ Desa Lawang Agung Sindang Beliti Ulu_

Ekspedisi LPPM IAIN Curup
Simbol – Simbol Menhir Situs Rimba
Nilai Kehidupan – Pucuk Rebung – Moksa Brumbung Matahari_
Desa Lawang Agung Sindang Beliti Ulu_
Juru Kunci : Junaidi Sambal Duo
Anak Beliau Ilmi Arles (Anak Rejang Lubuk Selatan) Mahasiswi IAIN Curup

Di awali perjalanan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswi IAIN Curup, saudari Ilma Arles (Anak Rejang Lubuk Selata) yang meneliti tentang Khatam Rayab dalam tradisi hukum di daerah Lawang Agung, yang dahulunya daerah tersebut adalah daerah “bekatak bekubung” yaitu masyarakat hidup dalam kebebasan yang berlebihan, setiap yang dimiliki adalah milik bersama sampai istri pun seperti itu_
Hingga Syekh Jalaludin dari Kerajaan Kerinci datang untuk menyebarkan kebaikan ajaran ajaran Islam, dengan membawa Khatam Rayab (Al Qur’an) ketika di Lawang Agung, atau dahulu nya daerah itu bernama Kute Giri, melihat masyarakat dengan tradisi sabung ayam, hingga perilaku kejahatan lainnya, sehingga Syekh Jalaludin mengubah tongkatnya menjadi seekor ayam yang setiap nyabung ayam tidak pernah kalah, disini Syekh Jalaludin memberikan pengajaran sesuai dengan kondisi kaum pada waktu itu, dengan menginternalisasi kan nilai nilai ajaran Islam_
Masyarakat Banyak bertanya mengapa Syekh Jalaludin selalu menang dalam sabung ayam, memiliki ayam yang luar biasa, Syekh Jalaludin kemudian menjelaskan ajaran Islam, dengan bila kita ingin memperoleh kemenangan dan kebahagiaan hidup merasakan sejahtera harus Mengabdi Kepada Allah Maha Pencipta; dengan mensucikan diri melalui air wudhu, sholat, membantu sesama dengan sedekah, kemudian bersilaturahim belajar kepada guru guru kita yang mengajarkan pola hidupnya yang abdi kepada Maha Pencipta_
Berkembang zaman hingga saat ini di Desa Lawang Agung, banyak Masyarakat yang menganut agama Islam, yang sebelumnya bila dibaca dari Menhir Situs Rimba dahulunya Berjaya nya Kerajaan Sriwijaya hingga ke daerah Lawang Agung, dengan membawa agama Budha. Bila di telusuri agama Budha adalah agama Langitan agama Samawi yang turun dari langit membawa ajaran Sang Hyang Widi menurut kepercayaan umat Budha kemudian berkembang kepercayaan ajaran agama Hindu dengan meyakini tiga Dewa Utama; Brahmana, Wisnu dan Syiwa yang dikenal dengan Trimurti_
Trimurti adalah tiga kekuatan Brahman (Sang Hyang Widhi) (sebutan Tuhan dalam agama Hindu) dalam menciptakan, memelihara, pelindung alam beserta isinya. Kisah Rie Tandan dan Puyan Remeyon (Algojo yang di utus) Kerajaan Sriwijaya untuk mengambil kepala Rie Tandan (atau tagis) tidak berhasil dilakukan oleh Puyan Remeyon, setelah kalah tanding, tetapi kemuliaan Rie Tandan mengangkat Puyan Remeyon sebagai anak angkatnya, hingga Puyan Remeyon mampu menyembuhkan putri dari Kerajaan Kepahiang Ujian Mas, yaitu Siti Alam Sakti yang kemudian menjadi istri Puyan Remeyon hingga akhirnya melahirkan putra bijaksana yang bernama Pati Akal yang membawa kesejahteraan bagi daerah Kute Giri hingga terdengar berita nya ke Kerajaan Sriwijaya_
Hal ini bila dilihat, dipelajari makna tafsir yang dijelaskan oleh Juru Kunci Menhir Situs Rimba Bapak Junaidi Sambal Duo dan putri beliau yang juga mahasiswi IAIN Curup Ilmi Arles, memberikan banyak pengajaran Kehidupan untuk masa sekarang, bahwa hidup adalah dari Allah dan kembali kepada Allah, sebagai manusia harus belajar dari penciptaan alam yang sudah di desain Allah untuk manusia untuk dipelajari, seperti makna bunga melati, makna bambu, daun, batang dan akar yang terlihat dari Menhir Situs Rimba (bukti atau tanda dari Kerajaan Sriwijaya) penghormatan kepada utusannya Rie Tandan dan Puyan Remeyon membawa kesejahteraan masyarakat Kute Giri, abdi kepada Hyang Widi oleh Pemerintah Depunta Hyang pada waktu itu, menurut Juru Kunci Menhir Situs Rimba Baoak Junaidi Sambal Duo, sekitar Tahun 702 silam_
Berlanjut_
(pemahaman sederhana dan faqir keterbatasan ilmu pengetahuan dan pengalaman: sumarto)
Tim LPPM (Hendra Harmi, Hardivizon, Baryanto, Muhammad Sholihin, Sumarto)

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *